Selama enam bulan, 1.000 siswa Kelas 4 di 20 sekolah di Banten dan Jawa Barat tumbuh sebagai pembaca dan pemikir — melalui kemitraan antara PiBo, Valbury Asia Futures, dan BFI Finance Indonesia.

Gambaran singkat tentang apa yang dibangun 1.000 pembaca muda bersama guru mereka.
“Program ini menumbuhkan rasa cinta membaca dari suatu kewajiban yang membosankan menjadi kebutuhan yang menyenangkan.”
Membaca bukan hanya keterampilan akademik. Membaca membantu anak belajar, memahami informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Literaton dibangun atas keyakinan sederhana: kemampuan mengambil keputusan yang baik berawal dari kemampuan memahami informasi dengan baik. Karena itu, program ini dimulai dari hal yang paling mendasar—membantu siswa menjadikan membaca sebagai kebiasaan, lalu menghubungkannya dengan pemikiran nyata tentang uang, pilihan, dan konsekuensi.
Akses enam bulan ke platform literasi digital PiBo — buku anak, modul belajar terpandu, tantangan membaca, dan tugas — dirancang agar membaca menjadi rutinitas harian, bukan sekadar kewajiban.




Pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk mengintegrasikan literasi ke dalam pembelajaran serta memanfaatkan data belajar untuk mendukung perkembangan siswa.


Bersama Valbury Asia Futures dan BFI Finance Indonesia, siswa belajar tentang menabung, menyusun anggaran, kebutuhan dan keinginan, serta kewirausahaan melalui modul belajar yang dirancang bersama PiBo, lokakarya guru, dan pengalaman belajar langsung.




Selama enam bulan, siswa mencatat lebih dari 5.600 jam membaca dan membuka hampir 33.000 buku. Tiga dari empat buku yang dibuka diselesaikan hingga tuntas, dengan rata-rata waktu membaca 19 menit pada setiap hari aktif, melampaui tolok ukur harian 15 menit untuk membangun kelancaran membaca.
“Saya berhasil membuat siswa setiap hari menyempatkan untuk membaca.”
“Yang berhasil dari program ini adalah dapat membuat siswa yang tadinya kurang minat membaca menjadi lebih meningkat minat membacanya.”
Sebagian besar guru peserta belum pernah menggunakan platform pembelajaran digital sebelumnya. Setelah enam bulan, mereka melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi dan data, memahami kebutuhan membaca siswa, serta mendampingi siswa yang mengalami kesulitan membaca.
“Saya jadi tahu kapasitas siswa dalam membaca dan memahami teks.”
“Program literasi yang sangat menarik di setiap bahan bacaannya, sekaligus bisa tahu cara menilai kecepatan dan ketepatan membaca peserta didik.”
Melalui cerita, aktivitas, simulasi, dan pengalaman langsung, siswa belajar memahami uang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di salah satu sekolah, siswa bahkan membawa pelajaran menyusun anggaran ke supermarket sungguhan—membandingkan harga, menentukan prioritas, dan merefleksikan keputusan mereka. Konsep seperti nilai uang, kebutuhan, dan pilihan menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.
Di penghujung program, kami memberikan penghargaan kepada siswa, guru, dan sekolah yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun budaya literasi. Penghargaan ini merayakan berbagai bentuk kontribusi, mulai dari kebiasaan membaca yang konsisten, kepemimpinan guru, hingga dukungan sekolah yang membantu literasi tumbuh di lingkungan belajar.




Bersama Valbury Asia Futures dan BFI Finance Indonesia, PiBo menghadirkan Literaton Pilot untuk membantu lebih banyak anak membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan memahami dunia di sekitarnya.
Masing-masing mitra berkontribusi dengan cara yang berbeda, menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui akses teknologi dan membawa pembelajaran lebih dekat ke kehidupan nyata.
Menyediakan platform literasi, konten belajar, pelatihan dan pendampingan guru, serta pelaksanaan program menyeluruh di seluruh 20 sekolah. Pelajari lebih lanjut
Menjadi tumpuan perjalanan literasi finansial program — memperluasnya dari kelas ke dunia nyata.
Membantu siswa memahami nilai uang, kebutuhan vs keinginan, serta menyusun anggaran dan menabung melalui cerita dan aktivitas praktik.

Membekali guru dengan keterampilan dasar mengelola keuangan pribadi, mulai dari anggaran, dana darurat, pengelolaan utang, hingga kewaspadaan terhadap investasi bodong.

Membawa literasi keuangan ke dunia nyata. Siswa berlatih mengelola anggaran, membandingkan harga, dan menentukan prioritas kebutuhan saat berbelanja langsung di supermarket.
Mendukung pembelajaran literasi finansial melalui modul berfokus kewirausahaan, selaras dengan komitmennya menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini.
Mengenalkan konsep modal, harga jual, keuntungan, dan perencanaan usaha sederhana untuk membantu siswa menghubungkan kebiasaan menabung dengan pola pikir kewirausahaan.
Bersama, kita dapat membantu lebih banyak anak membangun kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan mengambil keputusan dengan percaya diri.